Daftar Film Indonesia Terbaru dan Terbaik Agustus 2018

Film Indonesia adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat tertentu. Pesan Film Indonesia pada komunikasi massa dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dalam Film Indonesia adalah menggunakan mekanisme lambang – lambang yang ada pada pikiran manusia berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya.

Film Indonesia

Apabila satu karya menjadi Film terbaik, maka akan dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh. Pengaruh terhadap massa yang menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar dan suara yang hidup. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak dalam waktu singkat. Ketika menonton film penonton seakan-akan dapat menembus ruang dan waktu yang dapat menceritakan kehidupan dan bahkan dapat mempengaruhi audiens.

Dewasa ini terdapat berbagai ragam film, meskipun cara pendekatannya berbeda-beda, semua Film Indonesia dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung. Selain itu, film dapat dirancang untuk melayani keperluan publik terbatas maupun publik yang seluas-luasnya.

Pada dasarnya Film Indonesia dapat dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar, yaitu kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lain menggolongkan menjadi film fiksi dan non fiksi. Film cerita adalah film yang diproduksi berdasarkan cerita yang dikarang, dan dimainkan oleh aktor dan aktris. Pada umumnya film cerita bersifat komersial, artinya dipertunjukan di bioskop dengan harga tiket tertentu atau diputar di televisi dengan dukungan sponsor iklan tertentu. Film non cerita adalah film yang mengambil kenyataan sebagai subyeknya, yaitu merekam kenyataan dari pada fiksi tentang kenyataan.

Dalam perkembangannya hingga yang terbaru bulan Agustus tahun 2018, film cerita dan non cerita saling mempengaruhi dan melahirkan berbagai jenis film yang memiliki ciri, gaya dan corak masing-masing. Seperti sinopsis film Stip dan Pensil, yang bercerita tentang

Persahabatan di sebuah sekolah SMA (terlihat dari judul Stip dan Pensil tak jauh dari lingkungan sekolah). Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardit Erwandha), Bubu (Tatjana Saphira) dan Saras (Indah Permatasari) merupakan anak-anak orang tajir. Namun mereka […]

.

Film cerita agar tetap diminati penonton harus peka terhadap trend zaman, artinya ceritanya harus lebih baik. Penggarapannya yang profesional dengan teknik penyuntingan yang semakin canggih. Sehingga penonton tidak merasa dibohongi dengan trik-trik tertentu. Bahkan seolah-olah justru penonton yang menjadi aktor/aktris di film tersebut.

Dalam pembuatan Film Indonesia diperlukan proses pemikiran dan proses teknis, yaitu berupa pencarian ide, gagasan atau cerita yang digarap, sedangkan proses teknis berupa keterampilan artistik untuk mewujudkan segala ide, gagasan atau cerita menjadi film yang siap ditonton.

Persahabatan di sebuah sekolah SMA (terlihat dari judul Stip dan Pensil tak jauh dari lingkungan sekolah). Toni (Ernest Prakasa), Aghi (Ardit Erwandha), Bubu (Tatjana Saphira) dan Saras (Indah Permatasari) merupakan anak-anak orang tajir. Namun mereka […]

Muhammad Darwis (Ihsan Tarore) adalah pemuda di abad ke-19 Kauman, Yogyakarta, dan anak dari Kyai Abubakar, imam masjid dari daerah. Senang dengan campuran Islam dan mistisisme Jawa animisme, yang mengarah ke miskin pengeluaran Jawa jumlah […]

Setelah sukses komersial besar Rainbow Troops – keberhasilan terbesar dalam dekade terakhir di Indonesia dan yang kedua runner-up di FEFF pada 2009 – itu tak terelakkan bahwa sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana ingin […]

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekadar kisah cinta yang biasa. Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah (Fedi Nuril) adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya […]

4 orang muda mudi sedang melakukan pemotretan pre weding di sebuah pulau berhantu. Satu persatu mereka diteror oleh hantu dengan pakaian pengantin namun membawa celurit. Evan (Gian Subianto) dan Gesti (Khadjah Shyalimar) adalah pasangan yang […]